logo

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur

Komplek Perkantoran Bukit Menderang, Desa Rano, Muara Sabak, Tanjung Jabung Timur

Wilayah Yuridiksi

Wilayah hukum Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi yang terdiri dari 11 Kecamatan, 73 Desa dan 20 Kelurahan.

Kondisi Geografis

Wilayah perairan laut kabupaten ini merupakan bagian dari alur pelayaran kapal nasional dan internasional (ALKI I) dari utara keselatan atau sebaliknya, sehingga dari sisi geografis daerah ini sangat potensial untuk berkembang.

Kabupaten Tanjung Jabung Timur secara geografis terletak pada 0°53’ – 1°41’ LS dan 103°23 – 104°31 BT dengan luas 5.445 Km² dengan ketinggian Ibukota-Ibukota Kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur berkisar antara 1-5 m dpl. Kabupaten Tanjung Jabung Timur mempunyai luas wilayah 5.445 Km², dengan batas-batas sebagai berikut :

  • Sebelah Utara : berbatasan dengan Laut Cina Selatan.
  • Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kab. Muaro Jambi dan Prov. Sumatera Selatan.
  • Sebelah Barat : berbatasan dengan Kab. Tanjung Jabung Barat dan Kab. Ma Jambi.
  • Sebelah Timur : berbatasan dengan Laut Cina SelatanSecara administratif Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan Ibukota Muaro Sabak terdiri dari 11 Kecamatan, 73 Desa dan 20 Kelurahan.

Adapun nama-nama Kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah sebagai berikut :

  1. Kecamatan Muara Sabak Timur dengan Ibu Kota Muara Sabak Ilir
  2. Kecamatan Muara Sabak barat dengan Ibu Kota Nibung Putih
  3. Kecamatan Kuala Jambi dengan Ibu Kota Kampung Laut
  4. Kecamatan Dendang dengan Ibu Kota Rantau Indah
  5. Kecamatan Mendahara dengan Ibu Kota Mendahara Ilir
  6. Kecamatan Mendahara Ulu dengan Ibu Kota Pematang Rahim
  7. Kecamatan Geragai dengan Ibu Kota Pandan Jaya
  8. Kecamatan Rantau Rasau dengan Ibu Kota Bandar Jaya
  9. Kecamatan Berbak dengan Ibu Kota Simpang
  10. Kecamatan Nipah Panjang dengan Ibu Kota Nipah Panjang II
  11. Kecamatan Sadu dengan Ibu Kota Sungai Lokan

Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur ke beberapa Ibu Kota Kabupaten / Kota dalam Provinsi Jambi :

Muara Sabak – Jambi lewat Sengeti : 124 Km

Muara Sabak – Kuala Tungkal lewat Simpang Tuan : 129 Km

Muara Sabak – Muara Bulian lewat Bajubang Laut : 172 Km

Muara Sabak – Sengeti lewat Simpang Tuan : 94 Km

Muara Sabak – Muaro Bungo lewat Muaro Bulian : 347 Km

Muara Sabak – Muaro Tebo lewat Muaro Bulian : 299 Km

Muara Sabak – Sarolangun lewat Muaro Bulian : 290 Km

Muara Sabak – Bangko lewat Sarolangun : 364 Km

Muara Sabak – Sungai Penuh lewat Bangko : 534 Km

Muara Sabak – Jambi lewat Zone V – Jembatan Batanghari II : 60 Km

Untuk Ibu Kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat ditempuh melalui 3 (tiga) Jalur / Ruas Jalan yaitu :

  1. Jalur Timur, melalui Ruas Jalan Jambi – Suak Kandis (134 Km)
  2. Jalur Barat, melalui Ruas Jalan Jambi – Sengeti – Simpang Tuan (122 Km)
  3. Jalur Tengah (dalam persiapan), melalui Ruas Jalan Jambi – Jambi Kecil – Rantau Karya / Zone V (37 Km)

IKLIM

Iklim merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh cukup besar terhadap berhasil tidaknya pembangunan pertanian maupun non pertanian. Kondisi iklim secara makro sangat sulit untuk dikendalikan karakteristiknya, karena dipengaruhi oleh letak geografis dan bentuk kawasan. Dalam hal ini kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Berdasarkan Zona Agroklimat B 1 dengan 8 bulan basah (bulan dengan curah hujan > 200 mm) dan 2 bulan kering (bulan dengan curah hujan < 100 mm) berturut-turut. Bulan basah terjadi pada bulan Oktober sampai April, sedangkan bulan kering terjadi mulai bulan Juni sampai Agustus.

Untuk semua wilayah di Kab Tanjung Jabung Timur, sepanjang tahun 2008 mempunyai curah hujan tahunan sekitar 2.000 – 3.000 mm, dimana 8 – 10 bulan basah, 2 – 4 bulan kering. Rata-rata curah hujan bulan basah 179 – 279 mm dan bulan kering 68 – 106 mm. Suhu udara rata-rata 25,90 C – 27,40 C, kelembaban udara 78% – 81% pada bulan Desember–Januari dan 73% pada bulan September.

Seperti halnya daerah-daerah lain di Provinsi Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki iklim yang cukup baik serta curah hujan yang cukup tinggi. Tetapi bila musim panas tiba, Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk daerah yang rawan kebakaran. Hal ini disebabkan sebagian besar tanaman yang ada adalah tanaman sawit dan tanah gambut.

KETINGGIAN

Ketinggian suatu tempat dari permukaan laut dapat mempengaruhi sifat tumbuhnya suatu tanaman karena adanya perbedaan suhu yang disebabkan oleh ketinggian, dimana tiap naik 100 M maka suhu udara turun 0,6° C. Kabupaten Tanjung Jabung Timur mempunyai ketinggian kurang lebih 0 – 100 M dari permukaan laut. Topografi daerah pada umumnya dataran rendah terdiri dari rawa/gambut dengan permukaan tanah banyak dialiri pasang surut air laut.

TOPOGRAFI

Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang sebagian secara topografi, seluruh kawasan mempunyai kelerengan antara 0 – 3 % (datar). Kawasan ini dapat dikembangkan sebagai kawasan pertanian dengan syarat input drainase, yang berfungsi juga sebagai saluran irigasi karena adanya pengaruh arus pasang. Berdasarkan hasil studi serta pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya, semua elevasi di daerah rawa-rawa sepanjang Sungai Batanghari dinyatakan dalam acuan ketinggian yang sama, yaitu dalam meter di atas Project reference Level (M + PRL). Acuan ketinggian di kawasan perencanaan diambil dari ketinggian BM (Bench Mark) BK 63.

JENIS TANAH

Penyebaran tanah di kawasan Kabupaten Tanjung Jabung Timur secara makro pada umumnya adalah tanah yang selalu dipengaruhi oleh air, yaitu tanah-tanah yang berumur muda dan tanah organik atau tanah gambut. Beberapa jenis tanah yang terdapat di kawasan perencanaan menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT) Bogor (1983), yaitu : Aluvial Tionik, Aluvial Gleik, Aluvial Humik, Organosol Fibrik, Organosol Saprik, Organosol Humik, dan Gleisol Humik.

LAHAN GAMBUT

Gambut terbentuk karena pengaruh iklim terutama curah hujan yang merata sepanjang tahun dan topografi yang tidak merata sehingga terbentuk daerah-daerah cekungan. Pada daerah cekungan dengan genangan air terdapat longgokan bahan organik. Hal ini disebabkan suasana yang langka oksigen menghambat oksidasi bahan organik oleh jasad renik, sehingga proses hancurnya jaringan tanaman berlangsung lebih lambat dari pada proses tertimbunnya, dengan demikian terbentuklah gambut, Sementara itu potensi gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Mendahara dan Kecamatan Dendang. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa kandungan kalori gambut berkisar antara 4000-5500 kalori/gram dengan tebal maksimum berkisar antara 5-13 meter. Kandungan abu berkisar antara 2,13-4,19 persen, sedangkan kandungan sulfur berkisar antara 0,27-0,63 persen.






  • Berita Terbaru Mahkamah Agung

    • Dr. Suhadi Melantik Pengurus Pusat Ikahi Periode 2019-2022

      jakarta " Humas Ma: Ketua Umum Ikahi (ikatan Hakim Indonesia) Periode 2019-2022, Dr. Suhadi, Sh., Mh, Melantik Pengurus Ikahi Pada Jum'at Pagi, 6 Desember 2019 Di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta. Acara Ini Merupakan Tindak Lanjut Acara Musyawarah Nasional Ikahi Ke Xix Di Hotel Inter Continental, Bandung Pada 5-7 November Lalu.

      suhadi Yang Juga Merupakan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung Menyatakan Bahwa Pengurus Yang Dilantik Pagi Ini Merupakan Personil Terpilih Dan Handal Untuk Menggerakkan Roda Organisasi Dan Membawa Organisasi Ikahi Semakin Baik Dan Sukses Ke Depannya. Lebih Lanjut Suhadi Menjelaskan Bahwa Keberadaan Organisasi Ikahi Muncul Dari Kesadaran Akan Peran Strategis, Harkat Dan Martabat Serta Besarnya Peranan Yang Sedang Dan Akan Dihadapi Bangsa Indonesia Dalam Menegakkan Hukum Keadilan Dan Kebenaran Sehingga Hakim Indonesia Bertekad Menggalang Persatuan Dan Kesatuan Dalam Rangka Mengembangkan Profesionalisme Dalam Pembangunan Hukum Nasional. Menjadi Ketua Umum Ikahi Untuk Kedua Kalinya, Suhadi Mengatakan Bahwa Ikahi Siap Menjadi Pelopor Pelaksanaan Sistem Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi Serta Berjuang Mewujudkan Kualitas Atas Transparansi, Akuntabilitas, Dan Profesionalisme Hakim Dan Badan Peradilan Dalam Segala Aktivitasnya.

      pada Kesempatan Yang Sama, Suhadi Menjelaskan Bahwa Kebijakan Dan Program Kerja Ikahi Tidak Terpisah Dengan Visi Dan Misi Mahkamah Agung, Ikahi Harus Menjadi Kekuatan Utama Mahkamah Agung Dalam Penjabaran Implementasi Visi Dan Misinya Yaitu Untuk Mewujudkan Badan Peradilan Indonesia Yang Agung.

      untuk Itu, Suhadi Mengajak Dan Menghimbau Kepada Seluruh Pengurus Pusat Untuk Bekerja Sama Dan Sama-sama Bekerja Bahu-membahu Menjalankan Organisasi Yang Tercinta Ini. Komitmen, Konsisten, Dan Komunikasi Yang Efektif Merupakan Kata Kunci Untuk Kesuksesan Semua Perjuangan Dan Pengabdian Kita Kepada Organisasi Dan Institusi Mahkamah Agung. Kita Butuh Keikhlasan Dan Ketulusan Untuk Menjalani Organisasi Ini, Bukan Untuk Mencari Keuntungan Yang Bersifat Pribadi. Tegas Suhadi Pada Acara Yang Juga Dihadiri Oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Dr. Sunarto, Sh., Mh, Ketua Kamar Tun, Prof. Dr. Supandi, Sh., Mh., Dan Undangan Lainnya.

      selamat Bekerja Kepada Pengurus Pusat Ikahi 2019-2022, Kita Akan Memberikan Makna Bagi Bangsa Dan Negara Serta Kemanusiaan, Kata Suhadi Menutup Sambutannya.

      jayalah Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jayalah Hakim Indonesia, Jayalah Ikahi!

      (azh/rs/photo: Pn)

    • Mahkamah Agung Inisiasi Penerbitan Glosarium Peradilan

      jakarta"humas: Dalam Rangka Memenuhi Kebutuhan Mahkamah Agung Terhadap Penerjemahan Peraturan Perundang-undangan Yang Dikeluarkan Serta Dokumen-dokumen Penting Yang Perlu Diketahui Oleh Masyarakat Dunia Internasional, Mahkamah Agung Berinisiatif Untuk Menerbitkan Glosarium Peradilan Indonesia.

      hal Tersebut Terungkap Dalam Kegiatan Pertemuan Penyusunan Glosarium Peradilan Yang Dilaksanakan Di Jakarta, Senin-selasa (2-3/12/2019) Kemaren. Selain Diisi Dengan Pendalaman Materi Yang Disampaikan Oleh Dora Amalia Dari Pusat Bahasa Dan Adhyastri Karmisanti Wirajuda Dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Pertemuan Juga Diisi Dengan Pembahasan Rancangan Glosarium Yang Akan Diterbitkan.

      pembahasan Sendiri Dilakukan Oleh Satuan Tugas Penerjemahan Mahkamah Agung Yang Telah Dibentuk Satu Tahun Lalu Berdasarkan Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung. Mereka Terdiri Dari Jabatan Fungsional Penerjemah Dan Hakim-hakim Yang Dipandang Memiliki Kemampuan Berbahasa Inggris.

      dalam Sambutannya Saat Membuka Pertemuan Ini, Kepala Biro Hukum Dan Humas, Abdullah Menjelaskan Bahwa Glosarium Yang Memuat Padanan Kata Dan Istilah Peradilan Dalam Bahasa Indonesia Dan Inggris Ini Merupakan Kebutuhan Yang Dirasakan Selama Bertahun-tahun. Kendati Demikian, Belum Ada Upaya-upaya Konkret Untuk Merealisasikannya, Ujar Abdullah Yang Juga Bertindak Selaku Ketua Satuan Tugas Penerjemahan Itu.

      karena Itu, Lanjut Abdullah, Pertemuan Yang Mulai Membahas Lema-lema Yang Akan Dimasukkan Dalam Glosarium Ini Merupakan Momen Yang Bersejarah Bagi Mahkamah Agung. Setidaknya Hari Ini Menandai Ikhtiar Tersebut, Ungkap Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Bangka Belitung Itu.

      kecuali Dimaksudkan Sebagai Acuan Dan Pedoman Dalam Penerjemahan Di Mahkamah Agung, Glosarium Ini Nantinya Dapat Dijadikan Sebagai Sumbangsih Mahkamah Agung Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan Hukum, Khususnya Pengembangan Penerjemahan Bahasa Inggris Hukum.

      embrio Dari Kamus Kolokasi Bidang Peradilan

      sementara Itu, Sekretaris Satuan Tugas Penerjemahan, Mohammad Noor Menjelaskan Bahwa Lema-lema Yang Akan Dimasukkan Dalam Glosarium Nantinya Meliputi Lima Hal, Yakni Hukum Acara Peradilan, Administrasi Perkara, Administrasi Persidangan, Nomenklatur Lembaga Dan Jabatan Di Mahkamah Agung Dan Badan-badan Peradilan Dibawahnya Serta Manajemen Pengadilan.

      jumlah Lema Yang Akan Mengisi Glosarium Peradilan Nantinya, Lanjut Mantan Hakim Pengadilan Agama Cilegon Itu, Diharapkan Mencapai Lebih Dari Jumlah Lema Standar Untuk Bidang Tertentu. Biasanya Jumlah Lema Minimum Untuk Suatu Bidang Itu Mencapai 800-1000 Lema, Ujar Hakim Yustisial Biro Hukum Dan Humas Tersebut.

      glosarium Peradilan Ini Nantinya Akan Dikembangkan Secara Bertahap Menjadi Kamus Kolokasi Bidang Peradilan. Glosarium Ini Adalah Embrionya, Tegasnya.

      glosarium Sendiri Akan Dikembangkan Secara Bertahap Mulai Dari Sekedar Padanan Kata Bahasa Indonesia Ke Dalam Bahasa Inggris, Kemudian Akan Dilengkapi Dengan Deskripsi Yang Menjelaskan Arti Dari Masing-masing Lema Berikut Contoh Penggunaannya Dalam Kalimat. Dari Sini Kemudian Akan Dikembangkan Menjadi Kamus Kolokasi.

      disambut Antusias Praktisi

      menanggapi Rencana Mahkamah Agung Tersebut, Dua Narasumber Yang Terlibat Dalam Pertemuan Tersebut Menyambut Baik Inisiasi Tersebut. Dora Amalia Yang Saat Ini Menjadi Pemimpin Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia Menjelaskan Bahwa Inisiasi Mahkamah Agung Melakukan Penyunan Glosarium Tersebut Cukup Spesifik. Pihaknya Sejauh Ini Pernah Melakukan Penyusunan Glosarium Untuk Kategori Besar, Seperti Hukum Pidana, Maritim Dan Perdagangan.

      jika Mahkamah Agung Dapat Menyelesaikan Glosarium Peradilan Ini, Sudah Pasti Akan Menambah Khazanah Perkamusan Di Tanah Air, Ungkap Doktor Jebolan Program Linguistik Universitas Indonesia Itu.

      sementara Itu, Adhyastri Karmisanti Wirajuda, Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Yang Turut Menjadi Narasumber Dalam Pertemuan Tersebut Juga Menyambut Antusias Inisiasi Mahkamah Agung Tersebut. Meskipun Dimaksudkan Penggunaannya Untuk Kebutuhan Internal Mahkamah Agung, Pihak Eksternal Pasti Menantikan Kreasi Ini, Ujar Dosen Yang Biasa Dipanggil Astrid Itu.

      menurut Alumus Kyushu University Jepang Itu, Dalam Praktek Penerjemahan Hukum, Lema-lema Terkait Peradilan Tersebut Sangat Sulit Ditemukan. Perlu Usaha Keras Untuk Menerjemahkan Kosakata Bidang Peradilan Tersebut Ke Dalam Bahasa Inggris, Ungkapnya Menjelaskan.

      disamping Itu, Dosen Yang Menjadi Penguji Untuk Ujian Penerjemah Tersumpah Tersebut Menjelaskan Bahwa Dalam Ujian Penerjemah Tersumpah, Banyak Peserta Yang Tidak Lulus Dalam Penerjemahan Bidang Peradilan. Penyebabnya Adalah Minimnya Referensi Terkait Hal Tersebut, Ungkapnya Menjelaskan.

      hal Ini, Lanjut Penerjemah Tersumpah Tersebut, Berbeda Dengan Kosakata Kontrak Yang Banyak Memiliki Referensi. Peserta Tidak Banyak Mengalami Kesulitan, Tegasnya.

      rencananya Penggunaan Glosarium Bidang Peradilan Ini Nantinya Akan Dibuatkan Payung Hukum, Sehingga Dapat Dijadikan Pedoman Dalam Penerjemahan Peraturan Dan Dokumen-dokumen Mahkamah Agung. (humas/mohammad Noor)

  • Berita Informasi Badan Peradilan Umum (Badilum)

    • Peningkatan Kualitas Tenaga Teknis Kepaniteraan Badan Peradilan Umum 16 -18 Oktober 2019 Di Pangkal Pinang

      direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum M.a.r.i Menyelenggarakan Kegiatan Peningkatan Kualitas Tenaga Teknis Kepaniteraan Pada Tanggal 16 S.d. 18 Oktober 2019 Di Pangkal Pinang. Pada Kegiatan Ini Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Dr. H. Prim Haryadi,  s.h., M.h., Membuka Sekaligus Memberikan Pengarahan Mengenai Peran Penting Panitera Dalam Pelaksanaan Tugas Administrasi Di Pengadilan.  Jumlah Peserta Kegiatan  40 Orang, Terdiri Dari Panitera, Panitera Muda Dan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Dalam Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bangka Belitung. Narasumber Pada Kegiatan Ini Dr. Haswandi, S.h., S.e., M.hum., Mm. (direktur Binganis), Bukaeri, S.h., M.h. (panitera Pengadilan Tinggi Jakarta), Yan Witra, S.h., M.h. (panitera Pn Tanggerang). Tujuan Kegiatan  untuk Meningkatkan Kemampuan Teknis Para Panitera, Panitera Muda, Dan  panitera Pengganti Dalam Melaksanakan Tugas Sehari-hari. (tpu)

    • Profile Assessment Calon Pejabat Eselon Iv Di Lingkungan Ditjen Badilum 2019

      jakarta, 22 Oktober 2019,bertempat Di Lantai 12 Gedung Sekretariat Mahkamah Agung Ri Pada Pukul 08.00 Wib, Dilaksanakan Profile Assessment Guna Melihat Kemampuan, Kepemimpinan, Ketrampilan Dalam Menyelesaikan Masalah (problem Solving) Dan Pengambilan Keputusan (decision Making) Secara Cepat Dan Tepat Bagi Pegawai Di Lingkungan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum. Kegiatan Ini Dibuka Oleh Dirjen Badilum Dengan Jumlah Perserta Sebanyak 45 Pengawai.

  • Data Mutasi Hakim (TPM Hakim) Mahkamah Agung Republik Indonesia